Sabtu, 28 November 2009
roda itu sedang berputar
pernahkah kamu di sakiti oleh cinta? pernahkah kamu bahagia karna cinta? saat kamu di tanya seperti itu pasti kamu akan menjawab keduanya dengan jawaban 'ya'. tapi lebih banyak manakah kebahagiaan atau pernderitaan,kamu pasti akan menjawab 'penderitaan' aku udah selalu sabar ngadepin kelakuan kamu yang bikin aku sakit,yang bikin aku nangis.tapi pernahkah kamu peduli akan itu? hem tidak,kamu pun tak pernah peduli kepadaku.saat kamu sedih aku merasakan kesedihan itu,saat kamu senang aku pun merasakan kesenangan itu.tapi saat aku sedih pernahkah kamu merasakan kesedihan yang aku rasakan?mungkin saat aku sedih tak pernah ada setetes air mata pun yang keluar dari matamu untuk aku.malah di sana tergambar senyuman yang sangat lebar yang menandakan bahwa kau senang melihat ku menderita. saat kamu meminta sesuatu kepadaku tak pernah aku menolak permintaan mu. tapi saat aku meminta kepadamu, akan kamu peduli dengan permintaan ku itu? padahal tak seberapa permintaan ku itu kepadamu, aku hanya ingin perhatian dari mu, aku hanya ingin kamu melindungiku, dan aku hanya ingin jangan sakiti aku lagi. saat aku menyakiti mu pernah kah tergambar senyuman lebar yang seperti kau lakukan kepadaku? tidak tentu tidak, yang ada hanya air mata yang mengalir sangat deras. beribu maaf langsung terucap mulutku tanpa ada rasa malu sedikit pun, tapi saat kamu menyakiti aku pernah kah kamu menangis sederas yang kulakukan? pernahkah kamu mengeluarkan maaf dari mulutmu? aku pun bisa menghitung berapa kali kau mengucapkan maaf kepadaku. dulu kamu selalu ada buat aku saat aku membutuhkan kamu, tapi sekarang pernahkah kau setia menemani aku saat aku sendirian?malah kau tak peduli aku sendirian atau tidak, kau membiarkan aku terbuang seperti sampah yang ada di pinggir jalan. kau biarkan aku berserakan dimana-mana. saat aku mengucapkan kata sayang kepadamu kau tak pernah membalas kata sayang itu kepadaku, kau selalu membiarkan semuanya seperti angin yang berhembus kencang dan membiarkan daun berterbangan dimana-mana. saat itu hati ku pun sakit sekali menerima semuanya, kau seperti menginjak-injak aku tak perduli aku ini siapa mu. aku selalu mengemis kasih sayang darimu, tapi tetap saja kau membiarkan ku seperti pengemis asli yang berada di jalanan. kamu tak pernah memberi rasa sayang yang tulus kepadaku. dan saat itu aku pun mulai menangis, aku menyesal telah memilih dirimu untuk menjadi pasanganku. tapi seburuk apa pun itu tetap lah kamu, kamu yang selalu aku sayang, kamu yang selalu membuat ku bahagia, kamu yang selalu menyakitiku. aku sadar aku bukan seseorang yang sempurna, seandainya aku pun orang yang sempurna akan kah kamu menyayangiku setulus aku menyayangimu? sebelum kamu menjawab pertanyaanku aku pun tau jawaban dari mu dan jawaban itu adalah TIDAK!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar